, ,

Ciptakan Wahana Pengenalan Akuntansi Syariah: Jurusan Akuntansi Launching Kelompok Kajian Akuntansi Syariah

Dalam rangka peningkatan literasi Akuntansi Syariah, Jurusan Akuntansi di lingkungan Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar membentuk Kelompok Kajian Akuntansi Syariah (KKAS) di bawah bimbingan Kelompok Bidang Kajian (KBK) Akuntansi Syariah. KKAS memiliki program kerja berupa penyelenggaraan diskusi ilmiah rutin bulanan di bidang Akuntansi Syariah. Program ini dimaksudkan sebagai wahana pengenalan Akuntansi Syariah bagi mahasiswa Akuntansi sebelum memilih konsentrasi di semester 7. KKAS di-launching pertama kali pada 15 Agustus 2022 secara online dengan media zoom meeting dan diikuti oleh 24 mahasiswa Jurusan Akuntansi. Acara launching ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua Jurusan Akuntansi, serta beberapa dosen Fakultas Ekonomi.

Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Akuntansi, Dr. Utpala Rani, MSi menyampaikan apresiasi atas terbentuknya KKAS di lingkungan Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar. Beliau berharap dengan adanya KKAS ini dapat meningkatkan literasi Akuntansi Syariah termasuk isu-isu penelitian di bidang Akuntansi Syariah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Nuwun Priyono, SE., M.Ak., Akt., CA. juga sangat mendukung kegiatan KKAS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan diskusi online KKAS dapat dilakukan secara rutin setiap bulan, sehingga dapat meningkatkan suasana akademik di lingkungan Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar.

Launching KKAS mengusung tema Peluang dan Tantangan Akuntansi Syariah. Berlaku sebagai narasumber adalah Koordinator KBK Akuntansi Syariah di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Chaidir Iswanaji, SE., MAk. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Indonesia memiliki harapan yang cukup tinggi terkait ekonomi syariah, yaitu menjadi salah satu pusat ekonomi syariah di dunia. Hal ini merupakan peluang bagi SDM yang kompeten di bidang Akuntansi Syariah.

Di antara poin penting dalam diskusi ini adalah Akuntansi Syariah yang terus berkembang. Pengembangan Akuntansi Syariah dilakakukan dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan induktif, pendekatan deduktif, dan pendekatann hybrid. Dalam pendekatan induktif, Akuntansi Syariah dikembangkan dari praktik akuntansi konvensional yang sudah ada dengan beberapa penyesuaian untuk memastikan kesesuaian dengan ajaran Islam. Sementara untuk pendekatan deduktif, Akuntansi Syariah dikembangkan murni dari prinsip-prinsip Islam yang terdapat dalam Qur’an dan Hadits. Selanjutnya, dalam pendekatann hybrid Akuntansi Syariah dikembangkan berdasarkan ajaran Islam dan masalah-masalah di masyarakat, di mana akuntansi bisa berkontribusi menyelesaikannya.

Dalam pengembangan Akuntansi Syariah khususnya pendekatan induktif, terdapat beberapa tantangan di antaranya adalah dominasi IFRS yang mendorong harmonisasi (keseragaman) serta lambatnya perkembangan AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution) dan Standar Akuntansi Syariah.

Di akhir pemaparan materi, dibuka sesi tanya jawab yang dipimpin oleh Endah Esi Tri Lestari selaku moderator. Para peserta terlihat antusias dalam sesi tanya jawab.

by Rasyid WH&Siti R