LKMM – TD BE GREAT AGENT OF CHANGE

IMG_20171013_170901

Sebagai seorang  manusia yang ditakdirkan menjadi seorang pemimpin dalam kehidupan ini tentu saja kita perlu mengetahui potensi kepemimpinan kita termasuk para mahasiswa. Dalam memantapkan peran mahasiswa sebagai agent of change  dimana mahasiswa diharapkan menjadi insan dewasa tidak hanya sebagai pemimpin yang baik, tetapi juga mempunyai kemampuan teknis yang sesuai dengan tuntutan pembangunan dan masyarakat di masa mendatang. Mengingat peran vital dan tanggung jawab yang diemban mahasiswa, maka perlu adanya proses pembelajaran dan kaderisasi dalam dunia kemahasiswaan, yaitu dengan membentuk karakter-karakter mahasiswa yang bertanggung jawab, progresif, kreatif, inovatif, professional dan attitude sebagai human resources investment yang akan menerima tongkat kepemimpinan dimasa yang akan datang.

Salah satu bentuk upaya atau pengembangan tersebut adalah pemberian bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam manajemen organisasi mahasiswa baik intra maupun antarperguruan tinggi yang diberi nama Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM). Dalam kegiatan workshop LKMM-TD FE Untidar tahun 2017, akan diikuti oleh 85 peserta, yang terdiri dari 50 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan,  20 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Akuntansi, 15 Staf magang BEM serta 1 dari Dewan Perwakilan Mahasiswa. Pemateri dalam Workshop ini adalah dosen-dosen perpengalaman dari Universitas Tidar  Prof. Dr. Joko Widodo M.Pd, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si, Dr. Hadi Sasana, M.Si, Endang, Panggiarti, SE.Akt,M.Si, Hanung Eka Atmaja, SE.,M.M serta dimeriahkan juga dengan kesediaan Komisaris Polisi Muhammad Kodar untuk menambahkan materi kepada peserta LKMM-TD FE Universitas Tidar. Melalui materi-materi yang disampaikan diharapkan peserta dalam terbekali prinsip-prinsip dasar berorganisasi dan kepemimpinan, serta terampil menyelenggarkan kegiatan kemahasiswaan dengan perencanaan yang sistematis. Secara lebih terperinci peserta diharapkan mampu menerapkan kesadarannya dalam bernegara dan kecintaannya pada bangsa dan negara dalam berorganisasi; mampu merumuskan gagasan awal dalam bentuk visi dan misi dengan mempertimbangkan potensi dan kelemahan yang ada; memahami konsep dan prinsip-prinsip dasar organisasi dan kepemimpinan, menyusun dan menjabarkan program kerja tahunan, bulanan dan menyusun usulan kegiatan, memahami dan menguasai administrasi kesekretariatan dan keuangan, mampu mengambil keputusan secara tepat dan  mampu mengelola konflik secara benar.

 

KLKI Jurusan Eonomi Pembanguan dan Akuntansi Universitas Tidar

IMG-20171019-WA0002 IMG-20171019-WA0003

KLKI (Kuliah Lapangan Kunjungan Instansi) kegiatan yang wajib tahunan yang dilaksanakan Fakultas Ekonomi Untidar, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dismua program studi tahun ini yang melaksankan KLKI Jurusan dari Ekonomi Pembanguan dan D III Akuntansi semester V, tujuan kegiatan ini untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa tata kerja dan sistem kerja, mahasiswa juga dapat mensitasi antara teori dengan dunia praktek, agar mahasiswa juga bisa memahami keilmuan yang sudah diberikan dan didapat saat masih dibangku kuliah.

DJP KPP Kanwil II Jateng dan KPP Pratama Kota Magelang Mengadakan Tax Center Bersama Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Tidar

IMG-20171019-WA0001

Untuk mewujudkan generasi muda yang paham dan sadar akan pentingnya pajak bagi pembangunan bangsa, perlu ditanamkan nilai-nilai pentingnya membayar pajak sejak dini melalui pendidikan. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dapat dilaksanakan. Penggunaan uang pajak meliputi mulai dari belanja pegawai sampai dengan pembiayaan berbagai proyek pembangunan. Pembangunan sarana umum seperti jalan-jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi dibiayai dengan menggunakan uang yang berasal dari pajak. Uang pajak juga digunakan untuk pembiayaan dalam rangka memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga negara mulai saat dilahirkan sampai dengan meninggal dunia, menikmati fasilitas atau pelayanan dari pemerintah yang semuanya dibiayai dengan uang yang berasal dari pajak.

Workshop Perpajakan dengan tema “Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Fakultas Ekonomi melalui Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan” bermaksud memberikan pengenalan pajak yang ditekankan pada pentingnya edukasi dan pemahaman mengenai perpajakan sejak dini kepada Mahasiswa. Karena pada nantinya mereka diharapkan akan memberikan konstribusi terhadap penerimaan negara pada masa mendatang. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua kali ini yakni pada tangal 5 Oktober dan 17 Ontober 2017 ini menggandeng dari pihak DJP KPP Kanwil II Jateng dan KPP Pratama Kota Magelang. Peserta kegiatan berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi yang dirinci sebagai mana berikut dari mahasiswa EP sebanyak 50 orang, mahasiswa Manajemen sebanyak 50 Orang dan juga dari mahasiswa Akuntansi sebanyak 65 orang. Materi diberikan seputar konsep dan pelaksanaan pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai serta penggunaan aplikasi perpajakan.

Wisudawati Terbaik Universitas Tidar dari Fakultas Ekonomi

_20171019_083102

Wisuda terbaik tahun ini diraih oleh Fakulta Ekonomi Salah satunya adalah Siti Marfuah, berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi pas-pasan, lantaran orangtuanya hanya berjualan sate keliling. tidak menyurutkan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dengan tekun berusaha walapun jatuh bangun dialami oleh siti untuk mencari uang agar bisa kuliah, semangatnya tidak patah arang terbukti hasilnya, Siti tercatat sebagai peraih IPK terbaik atau cumlaude, yakni 3,87.

Harvest Anniversary #1dan Seminar Nasional Fakultas Ekonomi

SONY DSC

Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D dan Akhmad Akbar Susanto S.E. M.Phil memberikan seminar nasional di Auditorium Universitas Tidar dengan tema STRATEGI DAN INOVASI PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS SDG’s (Sustainable Development Goals) UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI. Dalam seminar tersebut beliau menyampaikan bahwa grand design mewujudkan kebangkitan ekonomi Indonesia semua pasti ada kendala fiskal dalam strategi pembangunan dan sektor unggulan. SDG’s hadir untuk mampu memecahkan masalah ketertinggalan dari negara lain. Stake holders sudah mengimplementasikan peranan SDG’s, namun pekerjaan rumah untuk Indonesia menjadi mandiri masih cukup banyak. Maka mulailah dari kita sebagai mahasiswa berperan penuh terhadap SDG’s dengan mengenali bakat kita tingkatkan skill, jangan malu untuk belajar dari pengalaman orang sukses. Indonesia memiliki SDA yang melimpah & pertumbuhan penduduk yang pesat namun hingga detik ini belum mampu untuk dijadikan negara maju. Indonesia mampu maju dengan cara apapun. Terdapat 3 indikator ekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan. Di Indonesia rasio ketimpangan semakin besar. Ketimpangan di Indonesia turun setelah krisis tahun 1997-1998, kemudian meningkat kembali setelah pendapatan masyarakat Indonesia terus meningkat. Struktur ekonomi kita mengandalkan industri manufaktur yang pada saat ini didominasi oleh usaha kecil dan menengah. Pada era Presiden SBY direncanakan percepatan pendapatan dan jika Presiden Jokowi lebih memilih untuk mengembangkan pembangunan infrastruktur. Selain itu terdapat hambatan bussines di Indonesia yaitu korupsi. Indonesia termasuk negara berpendapatan menengah tidak berada lebih baik dari negara lain. Cara mahasiswa untuk berperan dalam SDG’s yaitu mengenali bakat kita, fokus berusaha, mempelajari prosesnya, belajar dari orang terbaik, menemukan invesi baru untuk menjadi inovasi, ngotot dan konsisten. Menurut beliau negara tidak akan mandiri jika bukan kita sendiri yang memulai, mulailah belajar mandiri sejak hari ini.

Febriyo Hadikesuma memberikan seminar nasional di Auditorium Universitas Tidar dengan tema STRATEGI DAN INOVASI PEMBANGUNAN INKLUSIF BERBASIS SDG’s (Sustainable Development Goals) UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI. Dalam seminarnya beliau mengatakan bahwa terdapat 8 KPI Pembangunan yaitu Pendapatan Per kapita, Kapasitas Produksi, Laju Pertumbuhan Ekonomi, Reduksi Pengangguran, Peningkatan Kesejahteraan, Memajukan teknologi dan pendidikan, Memajukan pertanian dan industri, Iklim investasi yang kondusif (hankam). Namun terdapat tantangan untuk melakukan pembangunan tersebut diantaranya Mindset Pedagang yang mendarah daging, SDM yang “aneh”, Integrasi dan korelasi antar era yang bertabrakan, Mekanisme regulasi yang masih “kompleks” dan tumpang tindih, Kebijakan import komoditas yang membuat iklim pertanian di Indonesia tidak sehat, Geliat dan daya tarung Pemuda Indonesia yang terus menerus menurun dan terkontaminasi oleh “era robotik”. Solusi untuk menghadapi tantangan tersebut adalah memantaskan diri, menumbuhkan inisiatif untuk berbuat, don’t wait goverment, mengawinkan pertanian, industri, IT, dan kreatifitas, memperkuat pemberdayaan berbasis masyarakat. Peranan kita sebagai mahasiswa adalah dapat menjadi pekerja atau sebagai mitra melalui isiasi pemberdayaan, mensupport UMKM, dan menjadi pengusaha. Kesimpulannya untuk menuju Indonesia yang sukses dalam SDG’s kita sebagai warga Indonesia khususnya mahasiswa harus mampu menghadapi tantangan-tantangan baik dari pola pikir kita, ataupun dari govewrment’s regulations. Dengan cara menanamkan budaya kreatif sedari dini, memantaskan diri, menumbuhkan kreatifitas dan memulai sedari dini tanpa menunggu ataupun menunda waktu.

Malam Keakraban dan Bakti Sosial Fakultas Ekonomi Universitas Tidar

SONY DSC

Bertema kan ” Bakti Sosial Profesional Bersama Keluarga Ekonomi Dalam Mempererat Keakraban “

Menjadi jembatan bagi keluarga mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Tidar
dalam meningkatkan kebersamaan, kekeluargaan, kepedulian dan kepekaan terhadap
lingkungan sosial di sekitarnya secara sinergis. Dengan demikian baik mahasiswa maupun
lingkungan terkait dapat menjalin komunikasi yang baik serta meraih prestasi bersama.
Apabila terjadi kondisi sebaliknya dimana mahasiswa mengalami pasang surut
individualisme maka rasa kebersamaan, rasa memiliki dan saling menghormati tanpa
memperhatikan strata sosial, ekonomi, kemampuan akademis dan budaya sebagai suatu
komunitas yang ideal akan luntur seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu Fakultas
Ekonomi Universitas Tidar menyelenggarakan Malam Keakraban (MAKRAB) dan Bakti Sosial selama 3 hari didesa candimulyo  yang diikuti 199 mahasiswa dan seluruh dosen dan Tu, Sebagai proses pengenalan, pengakraban serta pemaknaan dengan keluarga baru. ini
dapat menumbuhkan semangat kekeluargaan dan kepedulian antar keluarga mahasiswa
Fakultas Ekonomi Universitas Tidar. Serta memunculkan rasa cinta dan bangga sebagai
bagian dari keluarga besar Fakultas Ekonomi Universitas Tidar. Meningkatkan peran
Mahasiswa dalam bidang kemahasiswaan baik akademis maupun praktis.